Sunday, June 7, 2020

MIYANA, warna warni ceria

Hai.... Assalamualaikum Wr. Wb........



Gimanaaa....seneng nggak liat warna warni yang "abadi"??? ya aku bilang abadi, soalnya warna warni ini bukan bunga yang muncul sesaat setelah kuncup,...mekar beberapa saat lalu gugur.......(kan waktu kita buat liat "warna-warni"nya jadi lebih pendek, yakannn????

lain kalo kita liat daun warna warni kaya gini...sejak kuncup udah muncul warnanya. Kalo kita susun berderet seperti gambar diatas, nampak syantieeekkkkk......... dan bikin mata seger.

Daun daun itu adalah daun tanaman miyana, alias coleus, alias iler yang dapat dengan mudah kita temukan di masyarakat. Dan yang bikin jatuh cinta adalah varian warna daunnya yang super banyaaaaaa...kkkk...... mungkin kalo aku tanam di pot, dan pot itu aku jejer dari ujung ke ujung rumahku, ga bakalan cukup, hehehehe...
(ya iyalah...orang cuma 7,5 meter)


Tanaman iler yang ini sosoknya rimbun, dengan kecenderungan daun yang menggerombol. Kalo buat aku sih kesannya keriting gitu, cabangnya banyak dan kesan kompak bakalan nampak dari varian iler yang satu ini.

Warna daunnya kombinasi antara hijau, kuning, pink,..dan makin kepanasan (terpapar matahari), makin crong warnanya. Dominan keliatan peach ke oranye..kalo dari jauh.  Cantik kan??



 Ini salah satu koleksi iler yang aku punya. Tapi sosoknya agak beda sama yang tadi. Daunnya lebih lebar, datar, dengan ukuran yang bisa lebih lebar. Sosoknya memang lebih besar, lebih tinggi, dan nggak "kriting-kriting" kaya yang tadi. Tanpa pemangkasan, tajuknya tidak akan menggerombol, tapi membentuk kerucut.

Kalau kita tanam di bawah ayoman, warna nya lama lama akan menghijau. Sedangkan kalau kita menginginkan warnanya tampil maksimal, sebaiknya kita tanam di bawah matahari langsung. Warna merahnya akan makin merah, semburat pink dan uning juga makin kontras.

Naaahh....yang ini dominan hijau, dengan warna kuning di gerigi yang menghiasi tepian daun. Ujung daun runcing, nampak cantik meski paduan warnanya nggak se-heboh yang lain.

Tajuk tanaman membentuk kerucut, terdiri dari satu batang utama yang paling tinggi, dengan cabang cabang yang tumbuh di sepanjang sisi tanaman. (bisa kan bayanginnya???)


 jengg...jenggg..... ini si hitam manis.... walau hitam, tapi memang manis....(hehehe).  Memang beda dengan sodara sodaranya yang tadi udah aku ceritain,....iler yang ini polos item.  Kesan pertama waktu aku liat tanaman ini, aku langsung bayangin ikan maskoki blackmoore (ga tau ? brosing dulu ya....tanya mbah mbah dunia maya...) Kriting kriting juga sama kaya si orange pertama tadi.




Kalo yang kuning itu agak beda. Daunnya berbentuk membulat, dengan sosok tanaman yang lebih "lemes" batangnya, tapi kalo dia ditanam sendirian (ga deket deket tanaman lain), bisa jadi sangat rimbun, karena cabangnya banyak.  

Variasi Kuning, hitam dan hijau yang menjadi komponen warna daun ini membuatnya nampak indah dan menambah jreeng....warna warni meriah di halaman.

Di bawah ini si pinky,....sosoknya kompak, dengan teian daun berwarna pink, dan ungu tua di tengahnya. Sosoknya yang kompak dan rimbun menjadikannya sebagai salah satu favorit akuh......


yang di bawah ini warnanya kurang jelas di fotoku.....tapi aku ceritain aja ya...warnanya item, ada dikit dikit bercak pink-kuning di tepi daunnya yang bergerigi (apa bergelombang ya??)

Daunnya bentuknya bulat, batangnya lentur, tidak sekokoh si hijau tadi yang nomor 2.


Sebenarnya aku juga masih punya 2 varian lagi yang nggak aku tayangkan disini. yang satu merah polos yang akan makin menyala kalo kepanasan, dan yang satu si rimbun bercak bercak kombinasi antara hijau, kuning, merah kecoklatan.

Cuma sayangnya....yang merah itu sudah mati musim kemarau lalu, dan yang rimbun itu belum aku foto.

Yang jelas....deretan warna warni meriah miyana menjadi ciri khas rumahku. Dan tiap yang jalan di depanku (sepengamatanku lho yaaa....) biasanya nengok sebentar, tertarik dengan deretan si cantik ini.

Tertarik??? .......gampang banget kok,...tinggal dipotekin aja, tancepin ke tanah, biarkan di tempat teduh, sampai tumbuh bertunas.  Kuncinya cuma satu, jangan kekeringan.  Karena dengan daun daunnya yang banyak itu...otomatis penguapannya juga tinggi. 

No comments:

Post a Comment